Bab 19

1787 Words

"Kau kenapa?" "Aku menyerah~" "Bagus, ayo ikut aku untuk suntik Midazolam dosis tinggi." "Cincang saja aku daripada harus disuntik mati. Itu menyakitkan~" "Aku tidak tahu harus membuang mayatmu ke mana kalau dicincang, setidaknya jika pakai Midazolam, aku bisa bilang kalau kau overdosis obat penenang karena depresi harus menghadapi kenyataan hidup." "Hei, aku tidak semengenaskan itu, Yoro~" "Ho~ lalu?" "Kau ingat kamar di sebelah di apartemenku?" "Apartemen kosong itu?" "Sekarang sudah tidak kosong." "Ho~ masalahnya apa? Kau disuruh bayar biaya sewanya?" "Bukan~ mana mau aku begitu!" "Lalu apa? Sejak datang kau seperti orang bodoh. Ah, maaf aku lupa ... kau memang sudah seperti ini sejak.lama." "Aaa~ Yoro~ tidak bisakah kau bersikap manis seperti kemarin itu? Itu sangat ... in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD