Bab 23

2207 Words

“Ichiharada-sensei, bisakah kita bicara sebentar?” Nanase hanya bisa mengangguk saat wanita yang dia kenal sebagai ibu dari pasien bernama Haruka yang dia rawat itu, mengajaknya bicara. Karena ini memang bukan jam kerja Nanase, dia bisa membuka jas putih miliknya dan duduk santai bersama wanita itu setelah membelikan secangkir kopi di kafetaria. Hanya saja, setelah beberapa menit berlalu dan Nanase sudah hampir menghabiskan isi cup kopi miliknya, wanita paruh baya dengan rambut sedikit keriting itu belum juga bicara. Dia juga tidak mengambil inisiatif untuk buka suara karena Nanase merasa itu tidak akan sopan setelah ibu dari pasiennya ini yang mengajaknya untuk berbicara terlebih dahulu, apalagi, jika diperhatikan, wajah wanita paruh baya itu tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD