Nanase masih mengunyah makanannya saat Yuruizawa ikut duduk di meja serbaguna milik Nanase yang sekarang sedang berubah menjadi meja makan. “Sedang apa kau?” “Makan!” “Dia?” Yuruizawa melirik lagi ke arah Tomoyoshi dan mendapat balasan yang sama dari Tomoyoshi. Sadar dengan keadaan ‘panas’ di sana, Nanase menaruh sumpit di tangannya untuk berdiri dan berjalan menuju ke lemari es, membukanya sebelum kemudian berteriak dengan mulut yang masih terlihat penuh dengan makanan. “Yoro~ aku punya beberapa kaleng bir? Kau mau?” “Ch, aku tidak akan membiarkan dia mabuk malam ini.” Gumam Yuruizawa kembali melirik ke arah Tomoyoshi yang sudah mulai memegang sumpitnya lagi dan makan makanannya yang belum habis. Nanase yang sudah kembali menutup lemari es hanya bisa tertawa canggung, melihat bagaim

