"Nana," panggil Tomoyoshi sambil mengguncang bahu kekasihnya, "Nana, bangun." "Ngh~" "Nana aku harus pergi sekarang." Ucap Tomoyoshi lalu berdiri dan membenahi dirinya. Mendengar kalau teman tidurnya harus pergi sekarang, Nanase langsung membuka mata dan melihat bagaimana Tomoyoshi sudah rapi dengan pakaiannya semalam. "Eh, kenapa?" Tanyanya heran. "Profesor meneleponku barusan, aku ada pasien darurat, operasinya lima belas menit lagi." "Siapa?" "Ogure Shimada, pasien yang datang padaku seminggu lalu dengan keluhan sakit di d**a bagian bawah." "Penyempitan Aorta?" Tebak Nanase. "Dari MRI yang kulakukan, memang seperti itu, aku menemukan penyempitan pada Aorta, harusnya aku mengoperasi dia dua hari lagi, tapi sepertinya dokter piket semalam menelepon Profesor karena keadaan pasien

