“Yoro, tunggu! Ada apa sih? Yoro~” Rengek Nanase namun tak mendapat gubrisan dari putra bungsu kepada rumah sakit tersebut. Yuruizawa masih terus menarik tangan Nanase, menyeretnya seperti anak kecil yang baru saja membuat kesalahan, dan mengabaikan pandangan beberapa perawat yang mereka temui di koridor. “Yoro~” ujar Nanase mulai jengah mendapat perlakuan Yuruizawa yang benar-benar membuatnya seperti orang yang sangat lemah. Jadi, Nanase mengempaskan pegangan Yuruizawa padanya hingga pria itu tertegun dan menatap Nanase marah. “Aku akan tetap di sini dan bertanggung jawab untuk operasi tadi, jadi jangan buat aku seperti aku ini tidak becus untuk apapun.” ujar Nanase setelah berhasil melepaskan diri dari Yuruizawa. Mungkin tujuan Yuruizawa baik, membantunya keluar dari masalah dan tida

