Bab 46. Setelah Kepergianmu

1513 Words

Empat tahun telah berlalu Jakarta metropolitan masih saja sama dengan segala problemnya yaitu macet dan banjir yang entah kapan usai. Namun, di sinilah harapan bagi para perantau untuk mengadu nasib. Suara tangisan anak kecil laki-laki membaur dengan kebisingan ibukota. Kakinya yang mungil terus menyelusuri jalan yang entah membawanya ke mana, sambil sesekali memanggil-manggil dan celingukan mencari sesuatu. "Ibu," panggilnya sambil berderai air mata. Sementara itu dua orang pria sedang berjalan sambil bercakap-cakap. Mereka kemudian berpapasan dengan anak kecil itu. "Eh kamu, ngapain malam-malam masih di jalan?" tanya Remon yang membuat anak itu terlihat ketakutan. "Jangan takut ganteng, kamu sedang apa di sini?" tanya Tigor sambil mengelus kepala anak itu. Dengan takut-takut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD