Randy Wijaya

1545 Words

Hujan semakin mereda, meski masih menurunkan beberapa tetesan-tetesannya. Aku dan Aldy berjalan beriringan, dituntunnya sepeda motorku menuju depan gerbang, sementara mobilnya tetap ia biarkan berada di sana.   “Cepat masuk ke dalam, ganti pakaian dan keringkan rambutmu. Kamu bisa sakit kalau menundanya.” Ucapnya saat telah berhasil memarkirkan motorku di halaman dan mengantarku hingga sampai ke depan pintu rumah. Aku mengangguk pelan ke arahnya. Tak lama kemudian handphoneku berdering, aku berusaha mengambilnya dari dalam tas, nama Andri muncul di layar dalam panggilan masuk.   “Aku pamit, ya? Jangan lupa untuk minum vitamin supaya daya tahan tubuhmu tetap terjaga.” Pamitnya setelah tahu aku mendapatkan sebuah panggilan masuk. Handphoneku masih berdering dan beberapa kemudian berhenti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD