Rasanya ujian hidup Tika tidak hanya berhenti di situ saja. Permasalahan dengan Dipta menurutnya sudah berakhir karena Dipta yang telah memiliki tunangan. Hal itu membuatnya harus menata hati kembali. Menyembuhkan luka dari kisah asmaranya yang berakhir dengan memalukan dan menyakitkan. Dan ketika masa penyembuhan luka hati itu, muncullah masalah baru yang tidak pernah dia kira dan duga. Malam itu Tika sedang fokus lembur mengerjakan review sebuah produk baru. Dering handphone-nya membuatnya mengalihkan fokusnya dari layar laptop. Nama ibunya sebagai pemanggil membuatnya mengernyitkan dahi heran. Tidak biasanya ibunya menghubungi dirinya pada waktu-waktu istirahat seperti ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.25. Mereka lebih sering melakukan komunikasi by phone maksimal setelah Isya’.

