Bagian 32

2047 Words

Manusia memang hanya bisa berencana sedangkan Tuhan yang akan menentukan apakah rencana itu sesuai atau tidak. Dan hal itu berlaku pula pada Tika. Dia sudah berencana kabur ke dalam mobilnya sebelum Dipta dan Kanya mengetahui keberadaannya, tapi naas mata Kanya begitu awas terhadap kehadirannya.   “Ngapain kamu ke sini?” tanya Kanya saat Tika sedang berjalan tergesa ke arah mobilnya sehingga membuat langkah Tika seketika terhenti.   “Ehm. Mengantarkan bunga,” jawab Tika dengan gugup. “Kalau begitu saya permisi,” lanjut Tika dengan langkah tergesa seperti dikejar oleh seorang polisi karena melakukan sebuah kesalahan.   Dipta yang melihat hal itu hanya dapat memandang penuh ke arah Tika yang berjalan menjauhinya. Dipta baru tersadar saat Kanya menarik lengannya untuk masuk ke dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD