Bagian 47

2119 Words

“b******k!” umpat Rama dengan kesal.   “Kenapa selalu saja apa yang kulakukan untuk menghancurkan Dipta atau pun Tika selalu gagal?” tanya Rama dengan frustrasi sambil menjambak rambutnya dengan cukup kuat.   “Anak buah tidak ada yang becus!” ujar Rama dengan kesal.   Rama sungguh ingin marah dan mencaci maki semua orang. Dia rasanya ingin mengeluarkan amarah dalam dirinya melalui apa pun yang ada di depannya.   Ketukan pintu ruangannya membuat dia mendongak. Dia sedang tidak ingin diganggu. Dia ingin sendirian.   Ketukan pada pintu semakin kuat. Tidak berhenti walaupun Rama diam saja. Rama berharap dengan dia tidak memberikan respons maka orang di balik pintu itu akan hengkang.   “Masuk!” ucap Rama dengan kesal.   “Jadi begini ya cara kerja kamu di kantor? Untuk membuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD