Tak Ada Pertengkaran

1044 Words

Untuk kedua kalinya aku menerima uluran tangannya saat membantuku berdiri. Dia menghampiri spot foto dan terlihat berbisik pada salah satu krunya. Mungkin dia berpamitan akan mengantarku. Dia kembali padaku setelah menyerahkan kameranya dan mengajakku mengambil helm di mobilnya. “Sudah siap helm?” tanyaku. “Selalu ada satu buat jaga-jaga,” jawabnya sambil mengenakan helmnya. Setelah itu dimintanya kunci motorku. Kami pun berboncengan. Mengenang sesuatu yang lama berlalu. Kami sama-sama saling terdiam. Mungkin kami saling canggung, saling hanyut pada romantika masing-masing, atau mungkin kami merasa bersalah karena hari ini datang lagi. Saat dulu Yogi pertama menghubungiku lagi, aku merasa begitu bahagia, dalam kondisi aku belum menikah. Tapi kali ini? Aku melihat jalanan dengan sedi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD