drt...drtt..drtt Panggilan tanpa nama tertera di layar ponsel Rendi. Dia enggan mengangkat panggilan telepon yang mungkin sudah hampir 30 kali mengganggu kerja nya. Karna mungkin saja yang menelepon nya adalah orang-orang tidak penting yang akan menyita waktunya. Atau mungkin itu pihak-pihak asuransi ataupun kartu keredit yang memang sering sekali menggangu nya. "Sial,,siapa yang menghubungiku sampai sebanyak ini? Apa dia tidak tau bahwa aku sedang sibuk, menggangu saja."Umpat Rendi kesal karna dia sedang sibuk mempersiapkan rapat dadakan dan juga persiapan Sean ke Eropa. "Kanapa sih ngangkat telepon saja susah sekali! Udah kayak nelfonin orang penting saja."Rutuk Shinta yang tidak menyerah masih saja mendial nomor Rendi. "Ayolah angkat," Tangan nya masih sibuk mengotak-atik gawa

