ALBERTA

1218 Words

Whiskey menjemputku, mobil roll boat tail berwarna seperti cangkang mutiara tersebut membawaku ke tengah kota. Kami berkelok melewati deretan hutan cemara di kiri dan kanan jalan. Menyusuri jalan berkabut itu di sore menjelang malam. “Kita akan kemana Wish?” Whiskey tersenyum singkat. “Phoenix Hotel di pusat kota.” Selama perjalanan hanya beberapa rumah saja yang kulihat, pom bensin sendiri terlihat seperti tempat berhantu. Kami menempuh 30 menit terus menuju ke barat sampai kami melewati sebuah papan selamat datang di sisi jalan. Bertuliskan Welcome Alberta. Sebuah kota kecil di Kanada. Kami berbelok di sebuah gedung, memasuki area basement. Disana mobil terparkir di area VIV. Perjalanan empat puluh menit, lumayan membuatku berkeringat meski kami berkendara dengan mobil termahal d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD