C H A P T E R III

2289 Words
Pernikahan....! Pernikahan seperti apakah yang diinginkan setiap insan?. Tak terkecuali dengan Olive... Olive selalu membayangkan bahwa pada pernikahannya dia akan menjadi seorang putri tercantik meskipun hanya sehari semalam. Mengenakan gaun putih indah dan berjalan bersisian bersama kekasih hati pilihannya... bisa dipastikan semua insan memimpikan hal ini bahkan banyak yang tak berangan sesedarhana Olive... Olive hanya wanita cantik yang terbiasa hidup sederhana... Olive tak pernah mempedulikan hal-hal yang mewah di dunia ini... sebab dia sangat sadar dirinya tak mampu untuk itu semua... Olive selalu hidup bersyukur berpadan dengan apa yang ada...   Olive... ternganga tak percaya ketika mendengar bahwa mereka akan menikah besok, suaminya memberi tahu Olive yang sedang mengecek kondisi suaminya di kamar sebelah kamarnya sebab mereka tak bisa tidur di satu kamar bersama suaminya sedang sakit parah tubuhnya membengkak akibat cairan yang masuk ke dalam tubuhnya tak dapat keluar normal dari akibat jaringan ginjalnya yang bocor ... Terkadang Olive berfikir benarkah dia suamiku?... suami? bisakah Olive menyebutnya suami...nyatanya mereka belum menikah hingga saat ini.... Namun anak yang mereka miliki adalah benih dari lelaki ini sang kekasih hatinya sejak tiga tahun yang lalu.   Hati Olive berkecamuk memikirkan betapa tiba-tiba pernikahan mereka akan dilangsungkan. Olive tak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan seperti ini.... Menikah tanpa persiapan apa-apa pa? tanya Olive ketir pada Jeffry. Mau bagaimana lagi ma... Keadaanku seperti ini dan tak tahu kapan sembuhnya, anak kita semakin besar... Apa kamu tidak ingin kita menikah? Olive terdiam...  Kemudian menarik napas dalam lalu menghembuskannya dengan berat ya...seberat beban di hatinya saat ini... Aku mau ta...tapi aku ingin seperti pengantin pada umumnya. Aku ingin memakai gaun putih yang aku impikan sambil berkaca-kaca Olive menatap Jeffry dengan tatapan memohon... Jeffry bangun dan duduk disamping Olive lalu merangkul Olive sayang kenmudian dengan lembut Jeffry berkata sayang...dengarkan aku baik-baik ya...akupun ingin menika seperti yang kamu impikan... Itu juga impianku tapi...keadaan ini memaksa kita sayang...maafkan aku ya... Aku belum bisa membahagiakanmu... Jefrry mengecup lembut kening Olive berkali-kali...sayang... kita menikah tidak akan mengundang siapapun hanya kakak tertua kamu dan aku, ibuku, kakak sepupumu, dan semua orang di rumah ini, itu sudah cukup sayang... yang penting kita sudah sah sebagai suami isteri....Olive makin terdiam menahan tangisnya yang hampir tak terbendung... Betapa rasanya Olive ingin menjerit sekeras-kerasnya menghadapi kenyataan ini, namun dia tak mampu berbuat apa-apa. Hidupnya hancur benar-benar hancur... Olive tak mampu lagi berkata-kata dadanya sesak... Olive segera berlari  meninggalkan bapak dari anaknya itu... Sementara Jeffry terbengong tanpa tau harus berbuat apa, untuk berdiri saja dia hampir tak punya tenaga apa lagi untuk mengejar Olive, Jeffry berusaha menahan Olive namun sia-sia Olive menjauh tanpa peduli apa yang diucapkq Jeffry.... hati Jeffry berdegup tak menentu, pikirannya kacau... perasaan bersalah meliputinya...  Sebab tak mampu memenuhi keinginan kekasih hatinya walaupun sangat sederhana namun Jeffry tak mampu... hidupnya kini seperti telur diujung tanduk... akhirnya Jeffry mencoba berbaring untuk menetralkan pikirannya. Meskipun itu tak berhasil sebab Jeffry tak mampu untuk membuat matanya terlelap. Olive kembali ke kamarnya menahan rasa sesak yang memenuhi dadanya dan setelah mengunci pintu Olive membenamkan mukanya ke kasur dimana bayinya sedang terlelap. Olive menangis sejadi-jadinya namun suaranya tertahan dengan kasur yang menjadi tumpuan wajahnya. Tak seorangpun yang mengerti kesedihannya ini.   Olive tahu ibu Jeffry tak suka padanya, meskipun Olive sudah mengenalnya sejak Olive berusia tiga tahun tetap saja calon mertuanya itu tak suka padanya...Olive bahkan dituduh menghancurkan masa depan Jeffry karena Olive menjalin hubungan dengan anaknya, dia mengatakan kuliah anaknya berantakan karena Olive yang selalu mengganggunya. Meski demikian banyak tuduhan yang ditujukan padanha Olive tak pernah mengatakan apapun ketika salah satu sepupunya mengatakan tentang hal ini. Olive hanya diam dan berkata dalam hati apakah tante tak tahu bagaimana hidup dan kuliah anaknya sebelum berhubungan denganku? Akulah yang paling tahu apa yang dibuat anaknya sebelum berpacaran denganku. Olive hanya tersenyum kecut mendengar apa yang diceritakan sepupu suaminya ini.  Olive bersyukur meskipun keluarga Jeffry tak suka padanya, tapi sepupu-sepupunya di rumah ini sangat baik padanya dan bahkan sering memberikan uang pada Olive meskipun Olive menolak mereka tetap memaksa supaya Olive menerimanya.  Olive tersiksa benar-benar menderita dengan apa yang dialaminya sekarang. Olive berhenti menangis ketika terdengar rengekan manja bayi mungilnya, segera ia mendekati buah hatinya ini dan menenangkan dengan mata yang merah dan sembab Olive mengangkat bayinya yang kini mulai menangis karena haus... Olive segera memberikan ASI-nya... dan seketika tangisan bayinyapun hilang. Tok...tok...tok...Olive segera berjalan ke arah pintu ketika mendengar suara pintu diketuk, dengan menggendong bayinya Olive membuka pintu dan sebuah senyuman yang mendadak berubah jadi was-was ketika orang ini menatap wajah Olive yang tersenyum dipaksa...Liv...kamu kenapa menangi? Suttt...kecilku suaramu kak...nanti anakku nangis lagi... oke...oke...tapi kamu kenapa? Kenapa matamu sembab?  Kamu nangis kenapa? Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan sepupu suaminya ini Nana namanya, membuat Olive bingung menjawabnya. Sabar kak satu-satu dong nanyanya ya ucap Olive lembut... Oh.. Okelah... jadi apa yang membuat kamu menangis? Bentar ya kak Olive tutup pintunya ga enak klo ada yang dengar... Eh...eh..dudukaja...biar kakak yang tutup pintunya..lalu Nana segera menutup pintu kamar dan menguncinya...kemudian dengan sigap kembali duduk disamping Olive bersiap mendengar jawaban Olive. Setelah menghelah napas panjang Olive akhirnya mulai bicara...gini kak...tadi Jeffry bicara katanya besok kami akan menikah...a...apa? Apa aku ga salah dengar Liv? Olive menggeleng pelan, dimana? A...aku gatau juga kak... Aku ga sempat nanya aku terlalu terkejut dan bingung kak... Nah lalu? Apa kamu siap Liv? ...aku gatau kak...aku ga bisa berbuat apa-apa, lalu siapa yang akan menjadi walimu Live? Mungkin sepupuku kak menurut Jeffry kakakku dan sepupuku akan datang besok. Kamu yakin Liv mau nikah sam Jeffry yang sakit parah seperti itu? Apa kamu ga takut kamu akan menjadi janda setelah menikah? Itu bukan masalah buatku kak, tapi aku ingin dipernikahan kami aku mengenakan gaun yang aku impikan...ta...tapi dengan kenyataan yang tiba-tiba ini bagaimana mungkin kak?... Sayang...kamu yang sabar ya... Jika kamu siap menikah kamu pakai apa yang ada aja ya sayang...ucap Nana lembut...ta...tapi kak... Apa kita sewa ajagimana? Ga kak aku maunya gaun itu aku yang pesan...hik...hik...Olive mulai menangis lagi...ssssttt jangan menangis lagi sayang tenangkan hatimu... ingat kamu sekarang seorang ibu... nanti anakmu sedih klo kamu menangis. Olive menghapus air matanya dengan cepat dia tak ingin membuat anaknya sedih. Akhirnya Olive pasrah dengan keadaan yang menghimpitnya. Liv...kamu cantik dan akan tetap cantik meskipun bukan mengenakan gaun yang kamu impikan aku yakin itu...ucap Nana lembut...Olive tersenyum ketir... Lalu berucap iya kak... Aku pasrah aja... Oke...besok aku janji akan bantu dandani kamu ya...aku akan siapkan makeup sekarang... setelah mengecup kening Olive lembut Nana segera berjalan keluar. Olive mematung menatap bayi mungilnya yang kini dalam dekapannya, Olive mengusap lembut rambut pirang buah hatinya dan mengecup lembut bibir mungilnya... bibir yang merah dan sexy... teramat sexy bibir mungil anaknya... hingga teman-temannya dan suaminya yang datang melihat bayi Christian mengatakan bibir bayinya teramat sexy apa lagi hidungnya tinggi dengan bola mata coklat.. .dia pasti jadi rebutan cewek-cewek klo besar nanti ucap Nathanael salah seorang sahabat Jeffry... iyalah kayak bapaknyalah digandrungi cewek-cewek ucap Okta menimpali, husttt... Ada Olive lho... Ntar Olive ngamuk gimana? Bisik ucap Ari tertahan sambil menatap Olive khawatir... santai aja... uda biasa aku jalan sama Jeffry diplototin cewek-cewek kampus kalian yang sepertinya klo aku ini klepon bakal di telan bulat-bulat sama mereka... Jeffry hanya tersenyum merespon ucapan para sahabatnya...sebab semua itu benar adanya .Jeffry memang sangat populer di kampusnya... Banyak teman-teman perempuan kampusnya yang terobsesi padanya dan bahkan ada yang rela datang ke kontrakan Jeffry berpura-pura ingin curhat sebab putus dari cowoknya yang sebenaranya itu semua hanyalah modus supaya bisa mengambil simpati Jeffry... bahkan ada juga yang rela menyerahkan sepeda motornya untuk dipakai Jeffry beberapa hari... dan gilanya Jeffry motor tu cewek dipakai buat jalan-jalan bersama Olive keliling kota Yogyakarta. Jeffry tak mengerti sejak berjumpa Olive lagi di kota pelajar ini dia makin tergila-gila pada Olive, padahal mereka sudah berteman sejak usia tiga tahun, bahkan ketika usia Olive lima tahun dan Jeffry enam tahun mereka pernah berjumpa lagi setelah kepindahan papa Olive yang di tugaskan di provinsi lain. Mereka berjumpa ketika Jeffry datang ke rumah orang tua Olive tepatnya rumah dinas yang ditempati Olive dan keluarganya Jeffry datang bersama papanya dan rombongan missionari dari Jerman dan New Zeland. Olive dan Jeffry diajak ke pantai oleh rombongan missionari ini dan setelah lelah bermain pasir, hewan laut dan ombak  mereka berjalan ke arah sampan yang terparkir di pantai sebab nelayan sedang beristirahat, kemudian salah seorang missionari meminta Olive dan Jeffry masuk ke dalam sampan setwlah Jeffry dan Olive masuk, dibuatlah kedua bocah ini berdiri bersisian dengan posisi Jeffry merangkul pundak Olive lalu mereka mengabadikan moment itu dengan menjepret kamera ke arah sampan dimana Olive dan Jeffry berada. Olive tak pernah ingat dan melihat foto itu tapi Jeffry menyimpan foto itu hingga dia lulus SMA. Jeffry akan menjawab itu pacarku jika ada orang yang menanyakan siapa yang dirangkulnya di foto itu...oooo..itu sungguh lucu...dia bahkan tak pernah di tegur Olive jika berjumpa semasa SMA sebab Olive punya seorang kekasih dan begitu juga dengan Jeffry Olive sesungguhnya tahu ketika mereka berjumpa di gereja yang sekaligus asrama tempat tinggal Olive selama SMA  Jeffry tak bisa menyembunyikan rasa ingin mengenal Olive lebih jauh, Jeffry selalu mencarinya dengan meminta teman asramanya menyampaikan pada Olive bahwa Jeffry mencarinya, namun Olive sengaja menghindar lantaran ada kekasih Jeffry satu asrama dnganbya bahkan satu kamar dengan Olive dan ada kekasih Olive yang hadir pada malam natal pemuda itu. Bahkan ketika Jeffry tersenyum kearahnya Olive sengaja buang muka dan berpura-pura tak melihat apa lagi untuk kenal... sungguh situasi yang menyiksa Jeffry,  padahal Jeffry selalu memamerkan pada teman-temannya bahwa Olive itu ya...yang di foto itu adalah kekasih hatinya... Jeffry sungguh frustasi jika mengingat tingkah Olive waktu itu. Namun Jeffry tak bisa berbuat apa-apa menghadapi Olive yang super jutek itu... Jeffry hanya dapat menahan diri berpura-pura bahagia bersama kekasihnya yang satu kamar dengan Olive. Bertahun-tahun Jeffry menahan perasaan cintanya pada Olive... hingga akhirnya Jefrry mendengar bahwa Olive kuliah di Yogyakarta Jeffrypun memutuskan untuk pindah kuliah ke kota pelajar ini demi menemukan pujaan hatinya... Jeffry rela melepaskan kuliah yang sudah dijalaninya dua semester di salah satu universitas negeri ternama di kota tempat dia dibesarkan.   Desember tahun pertama Jeffry mengawali kuliahnya Jeffry mendapat nomor ponsel Olive dari teman satu gereja Olive yang kebetulan satu kontrakan dengan Jeffry akhirnya malam natal Jeffry mencoba menelpon Olive. Olive menerima telpon Jeffry tanpa tahu siapa yang menelpon. “ hallo” ... terdengar suara ceria Olive diseberang. “Hallo” terdengar suara penelpon “siapa ya” tanya Olive sambil memutar bola matanya berusaha mengingat si pemilik  suara yang tak lazim di telinganya itu.  Aku tak pernah mendengar sebelumnya. Trus gimana dia tahu nomorku? Olive tersentak dari lamunannya ketika terdengar lagi suara penelpon dari seberang “ kamu Olive Khan”?  Olive berusaha menguasai diri sebab penelpon mulai membuatnya jengkel. Harusnya kamu yang menjawab pertanyaanku, bukan malah bertanya bro...suara Olive mulai meninggi... sabar non... nanti pasti aku jawab semua ... lagi-lagi penelpon tak menjawab pertanyaan Olive. Olive jengah malas merespon pembiaraan penelpon setelah bebrapa saat menunggu Olive makin malas bicara dengan orang yang tak jelas  “baiklah jika kamu tak mau mengaku maka aku akan menutup telpon ini sekarang”! seru Olive kemudian. E .. e... e... penelpon panik ketika mendengar ancaman Olive, jadi gimana? Mau ngaku at... “oke...oke aku ngaku... ini aku Jeffry” seketika penelpon menjelaskan siapa dirinya. Olive mendadak pucat... seakan disambar petir ketika mendengar pengakuan penelpon. Dengan tetap berusahan tenang Olive bertanya lagi... “Jeffry mana”? Jeffry teman masa kecilmu... hah? Dapat dari mana kamu nomor ponselku? Tanya Olive dengan terkejut dan penasaran. Adalah... yang penting sekarang aku bisa biara denganmu ucap penelpon disertai tertawa singkat...merasa menang bisa usil pada Olive. Benar-benar kamu ya... ga ada puasnya gangguin aku dari dulu sampai sekarang, ucap Olive kesal. Penelpon hanya terkekeh diseberang...untung kamu jauh coba klo dekat aku kasih pelajaran kamu ya... seru Olive lagi dengan nada mengancam. Ha...ha...ha... Justru itu aku bisa jahilin kamu coba klo aku dekat... habislah aku ucap Jeffry sambil tertawa terbahak. Setelah bercerita panjang lebar, Jeffry memberanikan diri mengajak Olive bertemu namun Olive beralasan tidak tahu tempat yang ditunjukkan Jeffry, akhirnya Jeffry mengakhiri sambungan telpon dengan kecewa, sebab Olive tak mudah dijinakkan. Demikian pula natal berikutnya Jeffry kembali mengulang menghubungi Olive yang juga berakhir kecewa, sebab Olive kembali beralasan tak bisa sebab Olive sedang banyak urusan. Akhirnya Desember tahun ke-3 Olive sakit Batu Ginjal yang mengharuskan Olive di opname empat hari, hal ini membuat Jeffry semakin gundah gulana, dia nekat untuk kembali menghubungi Olive, ternyata Olive sudah pulang ke kosnya sejak lima hari lalu, setelah berbincang-bincang cukup lama Jeffry berjanji bahwa dia akan datang esok hari. Keesokan harinya Jeffry kembali menghubungi Olive setelah dekat dengan kost olive lantaran tidak tahu posisi tepatnya dan meminta Olive menjemputnya, Olive pun segera berjalan menuju tempat yang ditunjukkan Jeffry dimana dia sedang menunggu, namun betapa jengkel Olive ketika tiba di tempat tersebut Olive tak menemukan siapapun kecuali penjaga Wartel tempat Jeffry menunggunya. Olive segera keluar dan beranjak pulang, Olive berjalan dengan langkah gontai dan bertanya-tanya dalam hati dimanakah Jeffry?, kenapa dia membohongiku? Dasar...sialan umpat Olive dalam hati. Setelah berjalan kira-kira dua ratus meter mendadak sebuah sepeda motor berjalan pelan mepet ke sisi jalan dimana Olive berjalan, Olive dengan cepat menoleh dan bersiap kabur... tapi tiba-tiba pergelangan tangnnya dicekal... disusul suara lembut seorang pria katanya “ kamu Olive ya sambil menarik tangan Olive seraya menatap wajah Olive yang masih terbengong-bengong... kemudian Olive hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan pria tersebut...olive kemudian Memperhatikan wajah pria tersebut, tiba-tiba mulutnya spontan berucap kamu Je...Jef...Jeffry  ya... tanya olive pada pria tersebut, pria tersebut tersenyum menggoda lalu katanya Iya ini aku Jeffry... tiba-tiba plak... pria ini meringis kesakitan... dan terkejut setengah mati Olive memukul lengan atasnya dengan kencang dan berkali-kali... seraya berkata nih rasain ya... itu hukuman buat orang yang suka jahilin aku. Oke...oke....ampun...ampun Liv...aku benar-benar minta maaf. Janji ya ga ulangi lagi sergah Olive memperingatkan Jeffry... baiklah non...aku janji. Setelah meminta Olive naik diboncengannya, mereka segera ke kos Olive... Olive dan Jeffry berkisah panjang lebar tentang pengalaman hidup masing-masing dan ketika hampir malam Jeffry mengakjak Olive berjalan-jalan keliling kota sambil mencari tempat makan malam. Mereka berangkat meninggalkan kost Olive.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD