Chris tertawa kecil mendengarnya, ia mengambil kunci mobil dari tangan Trisha. “Tidak ada wanita yang berkata tidak kepadaku. Mereka semua dengan suka rela, bahkan memohon untuk meghangatkan tempat tidurku.” Mata Trisha menyorot marah dengan senyum sinis tersungging di bibir. “Kalau begitu aku adalah satu-satunya wanita yang menolakmu. Kau bukan pria idaman yang memikat hatiku.” Trisha mendorong Chris menggunakan segenap kekuatannya. Ia berjalan menuju pintu mobil sisi penumpang kemudian duduk di sebelah kursi supir. Ia sadar percuma mencegah Chris menjalankan mobilnya. Pria itu terlalu keras kepala dan sukar digoyahkan. Namun, ia menolak untuk tunduk kepada Chris. Dirinya akan melawan semua pesona yang dipancarkan pria itu. “Kemana kau akan membawaku?” ketus Trisha. Chris melirik T

