BAB 15

2875 Words

Viki menatap Adrian penuh hasrat, di raihnya tangan Adrian dan membuka pintu belakang dapur. Viki menarik Adrian menuju salah satu gudang yang tak jauh dari pintu dapur itu. Ruangan besar itu sebenarnya adalah kamar pelayan dulu namun beralih fungsi menjadi gudang. Setelah mereka melangkah masuk, Viki mendorong tubuh Adrian ke dinding dan menutup pintunya. Gudang itu tidak terlalu gelap karena cahaya lampu dan bulan yang masuk melalui ventilasi. Viki melihat sekeliling mencari penerangan yang lain ketika wajahnya di genggam erat oleh Adrian dan pertarungan bibir itu kembali berlangsung. “Oh god…” erang Adrian ketika merasakan lidah lihai Viki saling memilin dengan lidahnya. Tangan Viki sudah membuka ritsleting Adrian dan membantunya menurunkan celana. Dielusnya lembut rudal Adrian dari bal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD