"Udahlah, Mas. Hal kayak gini nggak usah dipikirin. Aku udah siap, nih! Ayo kita berangkat!" Aldi menyambar dress yang ada di tangan Riyan, lalu melemparkannya ke dalam lemari. Sementara Riyan masih berusaha mengingat di mana ia pernah melihat dress berwarna hitam itu. Aldi menuntun sahabatnya itu untuk keluar dari kamarnya, lalu menutup pintu kamarnya rapat-rapat. "Kunci kantor titip sama siapa?" tanya Riyan. "Kita ke rumah Zaka dulu aja, biasanya dia kan yang paling awal datang?" "Oh ya udah!" Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke luar. Sampai di luar Riyan langsung menaiki mobilnya dan Aldi memilih duduk di samping kemudi. Hatinya masih berdegup kencang takut Riyan ingat mengenai dress itu. Keluar dari pagar, Riyan langsung menuju ke rumah Zaka. Aldi turun memberikan kunci

