Aku baru sadar dengan apa yang akan dilakukan oleh Om Riyan kepadaku. Segera aku mendorongnya hingga ia terjatuh ke lantai. Aku tidak mau dia melakukannya hanya untuk membuktikan kalau dia serius denganku. Aku ingin kami melakukannya atas dasar cinta dan kesadaran, bukan untuk pembuktian dan memaksakan. "Kenapa, Kay? Ayo kita lakukan!" Om Riyan berdiri dan kembali berusaha menciumku, tapi aku terus menghindar. Hingga aku semakin kencang menangis yang membuat ia berhenti. "Om bisa melakukan hal itu dengan siapapun, karena kata temanku, laki-laki bisa tidur dengan banyak wanita tanpa cinta, tapi tolong jangan lakukan itu padaku, Om." ucapku dengan kalimat yang tersendat-sendat. "Aku tahu aku bodoh, tapi aku masih punya hati dan harga diri. Jika Om terpaksa melakukannya karena hanya ingin

