Mendengar pertanyaan istrinya, sontak Riyan tertawa. Riyan menjelaskan, kalau dia tidak akan tergoda dengan banyaknya wanita di luar sana, karena tidak semua wanita bisa seperti Kayla yang mau menemaninya dalam senang ataupun susah. Mendengar jawaban suaminya, hati wanita itu sedikit lebih tenang. *** Pagi-pagi setelah shalat subuh, jika biasanya Kayla hanya membuat sarapan untuk dia dan suaminya, kali ini wanita itu menyiapkan bekal juga. Riyan turun dari atas dengan jeans dan kaus oblong berwarna hitam. Ia juga memakai Sling bag berwarna senada. Melihat suaminya turun dari atas, Kayla tersenyum senang. "Ada yang perlu dibantu?" "Ada." "Apa?" "Makan yang banyak sebelum pergi bekerja." Riyan tertawa. Ia menarik salah satu kursi di dekat istrinya, kemudian duduk di sana. Kayla

