Mama segera dilarikan ke rumah sakit, tapi sayang sampai di rumah sakit, nyawa mama tak tertolong lagi. Om Riyan berteriak sekencang-kencangnya menghadapi kenyataan ini. Hal yang mengejutkan ternyata mama sakit kanker serviks dan memutuskan untuk mengobati dengan cara herbal tanpa memberitahu kami berdua. Dokter bahkan mengatakan kalau kanker mama sudah stadium empat. Setelah cukup tenang, Om Riyan duduk di luar dengan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan. Aku juga yang masih syok mendekatinya. Duduk di sampingnya, lalu memeluknya. Laki-laki ini jatuh dalam pelukanku, kemudian kembali menangis tersendat-sendat. Aku ikut menangis sesenggukan, merasakan kesedihan yang ia rasakan. Jangankan Om Riyan, aku yang hanya menantunya saja merasa sangat kehilangan, apa lagi pria ini. Ak

