"Om? Aku fikir siapa." Riyan menarik tangan Kayla masuk ke kamar. Sampai di kamar ia menceritakan alasan kenapa ia bisa sampai di rumah terlambat. Kayla yang mendengar kalau laki-laki yang bernama Roy itu meninggal juga ikut kaget. Riyan terlihat sangat pusing dan stress akan masalah ini dan kini jenazahnya Roy sedang di fisum oleh polisi. "Apa mungkin dia dibunuh oleh seseorang untuk menghilangkan alat bukti? Tapi jika melihat yang terjadi sepertinya Roy mati bunuh diri karena ada botol rajin di samping tubuhnya." "Kayla nggak begitu paham, Om. Tapi apapun itu Kayla doakan masalah Om segera selesai. Tadi Pak Yanto nanyain Om, Kayla bilang aja ada urusan." "Aldi bagaimana, apa dia menanyakan keberadaanku?" "Tidak, Om." "Tidak?" Kayla mengangguk. Riyan meremas kepalanya. Dia bena

