Pagi itu, Keyra terbangun dengan badan yang panas, ia demam dan memutuskan untuk tidak ke kantor, ponsel yang kemarin ketinggalan sangat berguna sekarang karena ia bisa menghubungi Lola untuk menyampaikan ijinnya ke manajer. "Kenapa bisa sakit sih, Key," ujar Lola di seberang telepon, perempuan itu masih kesal karena kejadian tadi malam, namun mendengar Keyra sakit, Lola jadi khawatir dan mengesampingkan kekesalannya. "Iya, gue kehujanan, La," ucap Keyra dengan suara berat, ia masih setia menggulung dirinya dengan selimut yang tidak tebal. "Kok bisa? Bukannya lo di anter sama pak Kenan tadi malam?" Mendengar nama Kenan, mood Keyra jadi jelek, hatinya kembali sakit. "Udah ya, La, gue mau tidur." "Yauda, kirim alamat lo dong, nanti jam dua gue ke tempat lo, sekalian ada yang mau gu

