Kala itu

1211 Words

DAR…DAR…DAR.. Suara ketukan pintu yang teramat keras membuat Pak Lukman bergegas keluar dari kamar untuk segera membukakan pintu. “Siapa bertamu sepagi ini?” gerutu Pak Lukman saat hendak membukakan pintu. KREK…. Pak Lukman membukakan pintu. “Maaf kalian siapa?” Tanya Pak Lukman. Ada dua pria tinggi dan putih berada di depan pintu rumah. “Kami yang seharusnya bertanya. Bapak ini siapa? Mengapa menempati rumah kami? Seingat kami rumah ini tidak di sewakan apalagi di jual.” Ucap pria besar yang raut wajahnya terlihat seperti seorang pengusaha yang sukses. Wajah putih dan kulit yang mulus jelas dia bukan dari keluarga susah. “Maksud Bapak gimana ya? Kami sudah membeli rumah ini dari Bapak Supardi dan kami juga punya sertifikatnya.” “Bagaimana mungkin Pak. Kami memang menyuruh Pak Supar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD