Agatha mengantar Edu terlebih dulu ke tempat pijat, punggungnya yang sakit ternyata bukan hanya sekedar sandiwara. Mobil yang Edu bawa tadi di tinggalkan di parkiran Apartemen Agatha. "Aaa...aaa..aaaaa...." teriakan Edu dari dalam ruangan semakin keras, membuat bulu kuduk Agatha merinding ngeri. "Aaaa....", karena terlalu sering teriak, Agatha tidak tahan dan masuk ruangan. "Tahan Mas," ucap Bapak-bapak yang memijat. "Aaaa," teriak Edu semakin keras. "Mas belum di pegang," ucap tukang pijat kesal sendiri. "Oh, belum ya. Kok udah sakit," Edu dengan pertanyaan bodohnya. Agatha tersenyum geli, Edu memang dari dulu suka kocak. "Hehh,... dasar lebay," ucap Bapak pemijat. "Aaa,..." Edu teriak lagi. "Baru juga dikit Mas, belum mulai beneran," Tukang pijat sekarang meragukan gender pemud

