Sahira memandang lekat Tas di atas meja kerja, Tas yang barusan di berikan Agatha. Memutar-mutar pulpen di tangannya. Bingung apa harus senang atau biasa saja karena belum tentu Agatha memang ingin memberikan Tas itu untuknya. Barangkali hanya untuk pencitraan di depan orang tuanya. Tapi masak pencitraan di depan orang tua, bukan di depan publik "Ya Tuhan, dia terkadang manis sekali," sesekali terpesona oleh kebaikannya dan kadang jengkel karna sikapnya. "Tak...tak...tak," suara hakhell yang menyadarkan Sahira. "Maaf anda siapa?" Sahira langsung bangkit ketika melihat seorang yang berpakaian modis dengan rambut yang di gelombang dan make up full yang sialnya memang dari sananya sudah cantik. "Anda Sekretaris Kak Aga?" ucapnya. "Ya, apa anda ingin bertemu Pak Agatha? Tapi maaf nama a

