"Lean! Leandro, bertahanlah!" jerit Bella kala brankar yang membawa pria itu didorong oleh beberapa petugas medis, menyusuri lorong rumah sakit. Bella bahkan tidak perduli gaunnya kotor dan basah oleh jejak darah. Air mata terus mengucur deras hingga membuat matanya membengkak dengan wajah sembab, juga hidung memerah. "Lean—" "Nyonya, silakan tunggu di luar!" tegur salah seorang petugas medis pria berbaju hijau dengan masker medis berwarna senada, saat brankar telah didorong masuk ke dalam oleh petugas yang lain. "Tapi—" "Kami akan berusaha menyelamatkan nyawa suami Nyonya." Kedua tangannya yang memegang pintu dengan posisi berhadapan, menghalangi Bella yang berniat menerobos masuk. Suami? Ah...Bella mengabaikan hal itu dan fokus pada keselamatan Leandro. "Tapi, saya—" Suara Bel

