"Mau bertaruh denganku, Nona?" tanya pria itu pada Bella sambil memegang pisau yang berlumuran darah ditangannya. Pisau itu adalah pisau yang digunakan olehnya untuk menyayat tangan Bella barusan. Tidak hanya dipukuli, tangan wanita itu juga disayat sayat. "Aku tidak mau bertarung dengan orang pengecut, sepertimu," kata Bella sambil tersenyum sinis. Senyuman yang terbit dibibirnya yang pecah-pecah dan berdarah. "Apa kau bilang? Siapa yang pengecut, hah?" sentak pria bertopeng tengkorak itu kepada Bella. Dia mendekati Bella lalu menusuk pelan pipi Bella dengan ujung pisaunya yang runcing. Tubuh Bella tampak gemetaran saat dia merasakan ujung pisau itu menekan pipinya. Tapi, dia tetap berani berbicara dan menunjukkan kalau dia tidak takut pada pria itu. "Bella, kau tidak boleh takut." Wa

