**** Senja pertama dimana sang kaisar menghabiskan sisa harinya seorang diri tanpa kehadiran Yun Xiaowen. Bagi pria itu, hari ini lebih menyiksa dibandingkan hari-hari sebelumnya. Menghela nafas, Liuu Qiang Wen menatap langit jingga sangat lama. Hatinya tak kunjung membaik, keinginan untuk segera menyusul menguar hebat dalam benak dan hatinya. Keinginan yang kuat membuatnya selalu bimbang antar pilihan sebagai seorang suami dan juga sebagai seorang kaisar. Siapapun tahu perkataan seorang kaisar adalah keramat, apa yang ia ucapkan adalah sebuah jimat. Kaisar tidak boleh menjilat apa saja yang sudah keluar dari mulutnya, bersedia menanggung apa saja yang berhasil lolos dari lidah yang tak bertulang tersebut. Pria itu memejamkan matanya sejenak, dunia sudah menghukumnya. Hukuman paling bera

