Arabela sang protagonis (FIXED)

840 Words

Happy reading :) "Kau sudah akan pulang putri?" Pertanyaan itu datang tepat saat Nasya tengah memandang lalu kearah jalan di depan istana sembari menunggu keretanya. Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk sekedar minum teh, ratu dan raja pun memilih untuk menyudahi pertemuan itu dengan alasan ada urusan yang ingin dilakukan keduanya. Dan tidak perlu otak secerdas Albert Einstein untuk mengetahui maksud dari alasan yang diucapkan oleh raja itu. Nasya berbalik untuk menatap sumber suara yang melemparkan pertanyaannya itu kepadanya. Saat berbalik Nasya menahan nafasnya sekejap tanpa sadar. "Bernafaslah, kau seperti melihat hantu saja." Nasya tersadar kemudian mengambil nafas setenang mungkin sebelum akhirnya menjawab. "Tidak seperti itu maksudku pangeran, maafkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD