BAB 22

1159 Words

Carlos masih sarapan di meja salah satu bar. Dia tidak biasanya berada di sebuah tempat agak b****k seperti ini. Namun, dia tetap memuji bacon dan telur orak arik buatan pelayan bar ini. Untuk menutupi jati dirinya, dia memakai topi dan mantel tebal. Walaupun dia tetap menarik perhatian pengunjung. Kebanyakan orang yang berada di sini adalah warga setempat, sehingga semua pasti tahu kalau ada pendatang. Carlos sama sekali tidak peduli dan tetap memakan bacon. Sesekali dia memandangi sekeliling, melihat kondisi tua tempat ini—semuanya terbuat dari kayu, tapi cukup indah dan bersih. Pemandangan luar jendela tampak segar karena penuh akan pepohonan cemara. Sudah semalaman dia melihat pohon pinus, baunya bahkan masih bisa dia hirup. Tempat hijau yang mengerikan, pemandangan kota yang penuh b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD