Nisa sedang termenung sambil mengiris bawang bombay. Dia masih terus memikirkan perkataan tuaan James yang memintanya untuk menjadi Natalie. Tak! Tak! Tak! Suara pisau dan talenan saling beradu. Suaranya begitu keras karena pemotongnya tidak fokus mengiris bawangnya. "Non, kalau lagi ngiris bawang pikirannya jangan kemana-mana entar jarinya kena pisau," Peringatan bik na seraya menpuk pundaknya Nisa. Sontak Nisa Menggidikan bahunya, "Eh iya bik. Aw.." Disaat yang bersamaan saat dia menjawab. Telunjuknya tanpa sengaja tergores pisau. "Duh.. Nona, sudah bibik peringatkan malah kena," Ujar bik na was-was dan panik dia segera mengambil kotak p3k untuk mengobati jarinya Nisa. Nisa segera didudukan dikursi pantry yang digunakan untuk menaruh masakan. Dengan telaten bik na mengobati te

