Apapun yang dikatakan James tadi cukup membuatnya merasa terhina begitu hinanya sampai-sampai dia tidak bisa melangkah kembali kerumah itu lagi. Tapi dia juga bingung mau tinggal dimana, dia tidak punya rumah atau tempat tinggal sementara. Semua uang yang ia dapatkan adalah milik orang lain. Bahkan dia juga tidak punya uang tabungan pribadi. Air matanya tak bisa berhenti menangis. Disinilah Nisa berada saat ini. Di gazebo tepi tebing yang ada disanur. Nisa saja mengalirkan air matanya dia memeluk lututnya yang ditekuk seraya menggelamkan kepalanya disana. Tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Pengawalnya ada dijauh di belakangnya, tepatnya diwantilan. James memang memberikannya satu pengawal dan satu pembantu pribadi untuknya. "Tapi untuk apa semua pemberian dan perhatiannya selama in

