Chapter 18

1202 Words
*** 1 hari sebelum pesta Renata sudah membaik dan kembali bekerja di butiknya, Frans sudah menyuruh Renata untuk datang ke sebuah butik yang pasti bukan miliknya. Renata heran dirinya adalah seorang designer punya butiknya sendiri tapi Frans justru menyuruhnya ke alamat yang Frans minta. Jim menjemput Renata dan mengantar Rena ke salah satu butik yang terkenal dalam Desain pakaian Pesta yang sering CEO dan Nyonya CEO gunakan. Setelah sampai ke tempat tujuan Renata Langsung masuk dan tidak lagi terkejut jika Frans yang sudah melakukan ini semua. Hal-hal konyol yang Frans lakukan sangat menguras otak untuk mencernanya, beberapa pelayan sudah berbaris dan memberi salam kepada Renata, terlebih lagi saat Frans sudah berada di sana dengan duduk bersandar di salah satu kursi yang berada di dalam ruang tersebut. Ruangan itu sangat berkelas dan mewah, beberapa gaun pesta tertata dengan rapi dan merupakan mode Fantastik dan hanya kalangan Duke yang memakaiannya. Renata tidak bermimpi sedikitpun akan masuk apalagi mengenakan salah satu rancangan dari bintang idolannya itu, "Jessy" ya nama pemilik brand itu mampu mengunci mata untuk tetap melihat ke setiap rancangannya. "Hai Wellcome to my Gallery Nyonya Renata Alvarado." Sapa seorang wanita cantik, dengan balutan busana elegan itu dari arah samping renata yang tengah mengemat gaun-gaun rancangan Jessy dan Laki-laki tampan yang duduk dengan menyilangkan kakinya itu. Renata menoleh ke sumber suara dan berdirilah wanita yang selama ini ingin Rena jumpai, "Oh my god Ms. Jessy". Ucap Rena lalu memberi salam. "Aku sering mendengar tentangmu dari tuan Frans, sebuah kehormatan jika Istri tuan Alvarado mengenakan brand dari Jessy ini." Jessy merendah dan menoleh ke arah Frans. "Saya yang merasa terhomat karena bisa bertemu dengan anda secara langsung. Saya sangat mengagumi semua karya anda sejak dulu." Renata tersenyum. Frans berdiri dan menghampiri keduanya, "Nona Jessy saya harap anda mampu memberikan gaun pesta paling bagus untuk Istri Frans Alvarado." Frans membuat Renata sedikit malu. Renata hanya tersenyum, dan Jessypun hanya mengangguki. Para pelayan kini membawa Renata untuk bersiap-siap. Memasuki sebuah ruang ganti dan make up, salah satu pelayan membawakan 3 model gaun warna merah yang Frans pribadi pilihkan untuk Renata. Model pertama gaun dengan warna merah darah itu memberikan kesan yang lebih tajam, bagian kerah dengan kerah sabrina, bagia leher hingga bahu masih menonjolkan kulitnya itu. Di tambah dengan bagian bawah yang lebar dengan bantuan petikot memberikan kesan estetik, seperti layaknya dongeng cinderella. Tidak lupa dengan taburan payet mutiara yang berkelip di bawah cahaya sangat bernilai mewah di dalam gaun tersebut. Di hadirkan dengan satin yang dibaluti kain tile bening tersebut. Model kedua, gaun yang tidak selebar gaun pertama itu di lengkapi dengan kain organza, tile, dan juga brokat. Tidak ketinggalan manik mutiara yang menghiasi setiap bagian dari gaunnya. Gaun yang membentuk body itu memberikan kesan anggun dan juga bagian bawah yang sedikit memberikan ruang untuk mempermudah pemakaianya berjalan. Sedangkan bagian kerahnya itu dia sedikit terbuka dengan model kerah V namun lengannya masih memadukan dengan lengan sabrina yang memperlihatkan garis b*******a dan lengannya itu. Masih terlihat sexy saat mengenakan berbeda jauh dari gaun yang pertama. Gaun yang terakhir tidak jauh cantik dengan desain yang anggun dan berkarisma. Model yang ia desain juga menggunakan siluet A sehingga bagian atas ramping membentuk badan sedangkan dari pinggang ke bawah dia sedikit longgar. Kain yang ia padukan sangat cocok dengan di baluti kain kaca dengan motif simpel. Untuk bagian kerahnya menggunaka kerah V sehingga memperlihatkan buah dadanya yang sedikit tertutupi dengan cup yang di desain serapi mungkin. Untuk bagian pinggang ini sedikit berbeda karena desain yang sedikit transparan dan menggunakan penutup payet mutiara itu memperlihatkan kulitnya. Renata bingung dengan ke tiga desain yang Jessy perlihatkan. Renata mencobanya satu persatu dan itu sangat sexy membuat Renata mengurungkan niatnya untuk menggunakan salah satu dari gaun itu. Rasa malunya lebih besar ketimbang keinginan semata Frans. Namun Jessy mendesaknya agar memakai pakaian yang suda di pilihkan. Dengan berat hati Renata memutuskan memakai model yang kedua. Setelah menetapkan pilihannya, selanjutnya Renata merias wajahnya dengan di bantu para pelayan Jessy. Frans yang masih menunggu Rena selesai merias diri. Frans terus memainkan ponselnya seakan menunggu sebuah panggilan dari sesorang. Memakan cukup banyak waktu hingga kurang lebih 2 jam, akhirnya Renata keluar dari ruang ganti. Frans sempat terbungkam dan tidak berkdip saat melihat Renata begitu cantik dan menawan. Gaun yang dia pilih sangat cocok dengan bentuk bodynya yang langsing dan sexy. Di ikuti model rambut yang terikat kebelakang namun tidak mengencangkan ikatannya, dan konde rambut yang menghiasi rambut Renata. Frans berdiri dan menghampiri Renata, menyuruh Jessy dan yang lainnya untuk pergi. Rena hanya terdiam melihat Frans terus memperhatikannya dari atas kebawah. Sedikit gugup dan membuat Renata malu. Frans mendekat dan menarik pinggang Renata hingga mendekat ke Frans. Renata menolaknya dan Frans hanya menyuruhnya untuk diam. "Aku ingin menciummu tapi aku tidak ingin merusak lipstikmu itu. Kau sangat cantik sayang, aku ingin sekali memakanmu. Bagaimana kalau malam ini-" "Berhenti bercanda! Aku sudah siap. Kapan kita pergi?" Potong renata Frans tersenyum dan merenggangkan pelukannya, "masih ada waktu untuk kita menikmatinya sayang." Ucap Frans lalu megambil kotak perhiasan yang pernah ia beli beberapa hari yang lalu itu, di bukannya di depan Renata dan Renata sukses membelalakan kedua bola matanya bulat sempurna. "Apa ini?" Tanya Renata heran Frans mengambil kalung berliannya, dan kotaknya ia taruh kembali di atas kursi. Mendekatkan dirinya lagi ke Renata dan mencoba memakaikan kelung itu memakaikan kalung dari depan hingga tanganya memeluk leher Renata agar mudah mengaitkan kalung tersebut. Renata tertegun, jantungnya berdegub kencang karena beberapa saat kemudian Frans mencium telingan Renata. Sisi positif setiap wanita maupun laki-laki ada pada telinganya. Sentuhan atau gigitan lembut mampu mengundang sensai seksualnya yang membuat ingin memuaskan nafsunya itu, Renata menciba menahan dirinya, meskipun berjanji untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan Frans. Renata tetaplah wanita yang kadang kala butuh sentuhan lembut. Akan terbawa suasana dan masuk ke dalam setiap godaan nafsunya. Renata mencoba menahan diri dengan menarik kepalnya. Sehabis Frans memakaikan Kalung, Renata seakan bisa bernafas dengan lega. Renata berjalan ke arah Kaca besar yang berada di sampingnya itu. Melihat dirinya terlihat bersinar dengan balutan busana yang indah dan juga Kalung mewah yang Frans berikan. "Istri Frans Alvarado harus terlihat bersinar di pesta nanti, agar mereka tidak ada yang berani menggoda Nyonya Alvarado!" Senyumnya berubah lalu memeluk Renata dari belakang. "Apa yang mau kau lakukan Frans?" "Sayang," Sikap Frans yang manja membuat karisma jiwa ke manlynya dan sifat Resenya berubah drastis. Suaranya yang sering menggema terdengar besar kini lembut saat memanggil dan menggoda Renata. Perlahan Frans merebahkan kepalanya di bahu Rena lalu mencium dan sedikit meggigit leher Rena. "Baumu harum." Ucap Frans. Renata langsung menarik Tubuhnya merespon kenakalan Frans yang kian menjadi-jadi. Ini adalah butik bukan mansion Frans. Jika Frans berani macam-macam dengannya Renata akan menjadi orang pertama yang berteriak karena perlakuan seksual dari suaminya sendiri dan itu akan m*****i citra Frans yang sering menaklukan wanita dan wanita tidak ada yang berani menolak dirinya kecuali Renata. "Frans berhentilah bercanda! Kau harus tahu dimana kita sekarang!" Rena kesal lalu meninggalkan Frans dan mengemasi pakaiannya. "Lalu bagaimana sehabis pesta sayang?" ajak Frans manja. Dan kembali duduk di kursi. Setelah Renata selesai, Renata tidak lupa juga memakai anting beserta gelangnya. Cincin berlian yang Frans berikan pun masih menempel pada jari manisnya. to be continued maaf baru sempet bisa upload?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD