“Jadi aku adalah pria pertama yang pernah mencium ini?” tanya Ellard sembari menyentuh bibir Allisia, keduanya sama-sama terbangun di pagi hari, Allisia yang masih belum benar-benar sadar mengerjabkan matanya perlahan, posisinya dan Ellard sangat dekat bahkan Allisia merasakan sesuatu yang berat menimpa perut rampingnya dan ada kaki yang melilit kakinya. “Bagaimana aku bisa berakhir di kamar bukankah kita kemarin sedang menikmati kota Manhattan di malam hari lewat kaca besar?” tanya Allisia dengan suara serak. “Setelah kau memaki-makiku semalam dengan puas kau berakhir tidur dalam pelukanku, jadi bagaimana tidurmu? Pasti sangat nyenyak?” tanya Ellard, Allisia bergumam pelan lalu menguap tanpa malu. “Tidak terlalu nyenyak karena kau terus memelukku Om, aku menjadi kesulitan menggerakkan

