*ting tong* Bev tersentak mendengar suara bel yang berbunyi. Ia jarang menerima tamu, hanya Angel yang tau kode apartemennya. Dengan ragu-ragu Bev turun dari kasur queen-sizenya menuju pintunya. Dengan perlahan dia membuka pintu apartement itu. Tubuhnya terasa kaku, dan sedikit terkejut. "Darimana dia tau aku tinggal disini?" Batin Bev bertannya. "Halo, Bev. Gue ganggu gak?" Bev menatap dingin lelaki dihadapannya. Karena lelaki inilah keluarganya berantakan. "Lo, sangat ngeganggu gue, Mil. Bahkan sejak dulu." Ucap Bev dingin. "Gue mau ngomong sama lo, Bev." Ucap Milan lemah. Tiba-tiba lelaki itu sudah berlutut dihadapan Bev sambil memegang tangan wanita yang ia cintai namun tak sanggup ia gapai hatinya. Mata Bev melotot melihat tindakan Milan. "Gak perlu berbicara apapun, Milan. Maaf

