"Kenyang banget," Moana mengusap perutnya. Wanita itu hampir tidak menyisakan sedikitpun makanan yang dipesannya. Begitu juga dengan Marisa. Kemungkinan makan di tempat mewah dengan harga mahal tidak akan lagi terjadi dalam hidupnya, oleh karena itu Marisa tidak menyia-nyiakan kesempatan kali ini dan melahap semuanya, seperti yang dilakukan Moana. "Mau pesan lagi?" Tanya Moana. "Nggak. Perutku bisa meledak, kalau terlalu penuh." Moana mengangguk, "Aku juga kenyang, padahal masih mau coba makanan yang lain." Moana menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. "Seperti sifat asli manusia, yang tidak pernah puas dengan keinginannya. Nafsu yang begitu tinggi, seakan bisa dinikmati tanpa memikirkan kapasitas yang ada dalam dirinya." Sorot mata Moana berubah, sepertinya perdebatan akan s

