72

1108 Words

Suasa hening juga canggung selama beberapa saat. Wisnu masih saja memusatkan pandangannya ke arah wanita muda yang duduk di hadapannya, membuat wanita itu mengalihkan tatapan karena mulai merasa risih. "Bisakah kamu berhenti menatapku seperti itu? Kamu terlihat seperti akan memakan ku hidup-hidup," ujar Aruna. "Kemana saja kamu selama ini?" tanya Wisnu mengabaikan pertanyaan si wanita sebelumnya. "Pergi. Tugasku untuk memberikanmu keturunan sudah ku lakukan, lalu apa gunanya aku masih ada di sana?" jawab Aruna dengan berani. Sebenarnya ia hanya berpura-pura, jauh dalam benaknya wanita itu cukup gemetar melihat bagaimana ekspresi Wisnu saat ini. Pria itu menatapnya dengan ekspresi datar dan sulit ditebak. Matanya sudah sejak tadi menatap ke arahnya dan enggan berpaling meski sebentar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD