26

1247 Words

Jam makan siang. Wisnu masih saja berkutat dengan setumpuk kertas di meja kerjanya, sesekali pria itu membenarkan letak kacamata yang menggantung di hidung mancung nya. Laporan keuangan perusahaan masih coba ia telaah lebih dalam, berusaha mencari bukti-bukti lebih agar bisa dengan mudah menjebloskan karyawan yang sudah berkhianat. Pintu ruangan diketuk, Wisnu mempersilahkan tanpa melihat siapa yang datang. "Kamu masih sibuk?" Rupanya itu Diandra. Wanita dengan terusan selutut berwarna peach dengan rambut yang digerai bebas itu berjalan ke arah Wisnu dengan sebuah tas berukuran sedang. Ia meletakkan tas yang rupanya berisikan kotak makan siang di meja sofa yang ada di ruangan Wisnu. "Ayo istirahat dulu, kita makan siang. Aku yakin kamu belum makan siang dan terlalu larut sama pekerja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD