Tepuk tangan begitu riuh menyambutnya. Ia tersenyum tipis. Bisa bernagi untuk adik-adik angkatannya pun sudah sangat senang kok. Itu lah mengapa ia ke sini. Ya siapa tahu ada orang yang semakin banyak mau mengembangkan merk lokal yang kemudian menjadi top di internasional sepertinya. Meski perjalanannya juga tak mudah. Semua butuh proses dan biaya yang juga besar. Setelah itu, ia diajak mengobrol oleh beberapa dosen hingga waktunya makan siang. Tentu saja sembari memgurus Haykal yang tak bisa diam. Beruntung ada banyak mahasiswi yang mau melihat keberadaan anaknya. Haykal girang karena banyak cewek-cewek di sini. Hahahaha. Saat makan siang, ia memanggil anaknya itu. Ya biasanya ia akan tidur sebelum jam makan siang. Tapi sepertinya hari ini tidak. Mungkin nanti akan pulas saat pulang ke

