2022: Mobil Kenangan

2513 Words

"Lo kalo mau pulang, pulang aja kali, Cha. Gak enak gue. Gimana pun kan lo statusnya udah bukan jomblo lagi." Ia menghela nafas. Ponselnya sih mati. Lupa bawa chargeran tepat disaat nama Ferril muncul tadi. Ia sudah mengubek isi tasnya tapi tetap tak ada. Sudah pasti tertinggal. "Bentar deh. Lo jangan khawatir," tukasnya. Untuk apa ia sampai membawa baju ganti ke sini kalau niatnya tidak untuk menemaninya di sini? Menurutnya, Ferril akan santai dengan hal ini. Toh ia datang bukan untuk bersenang-senang. Ia berjalan menuju bagian administrasi dan berharap masih ada orang di sana. Ya setidaknya memang masih ada. Untuk apa? Siapa tahu ada yang punya charger-an ponsel mahal sepertinya. Hahahaha. Ia pergi meminjam charger-an. Kalau tak begitu akan sulit bukan? "Bentar ya, mbak." Kebetula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD