Bab 63 Daniel pergi tanpa ada tujuan. Ambisinya untuk memiliki seorang anak selalu berujung mengesalkan. Yang dia sangat heran, mengapa Ayana cepat hamil saat dia menikah dengan suami barunya. Sedangkan saat bersamanya tak kunjung hamil juga. Apa kemungkinan dirinya yang mandul? Entahlah, ada sedikit sesal menyeruak dalam hatinya saat ini. "Ayana," gumamnya lirih. Daniel teringat jelas saat ia mengusirnya dari rumah tanpa rasa iba. Demi memuaskan kemauan Alma, yang rupanya telah membohonginya. Alma juga meminta Daniel untuk mengambil kepemilikan rumah. "Kalau kamu bisa ambil lebih banyak kenapa tidak kamu lakukan?" tanya Alma saat itu tidak ada empati sedikitpun pada kakaknya. Daniel yang saat itu dikuasai ego pun ikut terpengaruh dengan perkataan Alma. Hanya karena dia kesal sebab

