Adhitama Kaget dengan Penyakit Embun

1532 Words

Keadaan Embun semakin hari semakin tidak baik. Rasa sakit terus mendera. Bahkan, perutnya membesar seperti orang hamil. Mau tidak mau, Adhitama tahu akan hal ini. Apalagi wajah Embun yang pucat. “Embun, sebenarnya kamu sakit apa? Kenapa bisa kayak gini?” Adhitama menggenggam tangan Embun yang sedang terbaring lemah di kasur. “Maaf, Mas, selama ini aku nggak bilang sama kamu. Karena kupikir dengan pengobatan jalan akan sembuh. Selama ini aku konsumsi obat Mas.” Embun menatap Adhitama dengan sendu. “Ya Allah, Embun kenapa kamu menyembunyikan hal ini dariku?” Adhitama terus mengusap rambut Embun dengan penuh kasih sayang. “Maafkan aku, Mas, aku juga ikut menyembunyikan hal ini, karena Mbak Embun melarangnya.” Hilya ikut bersuara. “Harusnya kamu tetap cerita ke aku, Hilya!” Adhitama menat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD