Embun Sudah Sadar

1024 Words

Adhitama menunggu Embun hingga sadar. Dia tak mau beranjak dari samping ranjang Embun. “Embun, kenapa kamu lama sekali sadarnya?” Adhitama menggenggam tangan kanan Embun dan menciumnya berkali-kali. “Mas, yang sabar, Mbak Embun pasti sadar, kok,” ucap Hilya. Adhitama hanya bergeming, dia tak menanggapi apa pun. Lalu, tiba-tiba jemari Embun bergerak, kemudian perlahan matanya terbuka. Embun melihat ke sekeliling, dia tersenyum melihat Adhitama ada di sampingnya. Hilya pun ikut bahagia melihat Embun sudah sadarkan diri. “Alhamdulillah kamu sudah sadar Sayang,” ucap Adhitama sambil tersenyum menatap Embun. Embun hanya tersenyum. Lalu, dia teringat kalau habis operasi. Dia bersyukur Allah masih memberi kesempatan untuk melihat dunia lagi. Sebelum operasi Embun benar-benar takut dan pasra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD