Setelah selesai makan, Embun pun membereskan peralatan makan malam. Seperti biasa Adhitama pasti membantu membawa piring kotor ke tempat cuci piring, lalu mencucinya. Pemandangan yang setiap malam yang bikin adem siapa pun yang melihatnya. Nanti, saat Adhitama menikah lagi semua ini tak akan pernah Embun lihat, karena Bu Retno meminta Embun tinggal di rumahnya. Lagi-lagi mata Embun berkaca-kaca, sebelum Adhitama menyadarinya, Embun segera menghapus air mata yang tanpa sengaja terjatuh. “Udah, Mas, biarin ajalah. Kamu selalu cuci piring, bukannya itu tugasku?” tanya Embun dengan membantunya membilas piring kotor yang sudah disabun. “Siapa bilang? Tugas kita berdualah. Namanya rumah tangga itu harus dikerjakan bareng-bareng.” Adhitama menoel hidung Embun. “Tapi, kan, aku nggak bantu kamu

