18. Tamu Tak Diharapkan

1203 Words

"Kamu tidak apa-apa? Apa Papa memarahimu?" tanya Lagertha yang tidak sabar berjalan hilir mudik di lorong kamar untuk menunggu Jordan kembali naik ke lantai kediaman tempat kamar tidur mereka. "Tidak apa-apa. Apakah seharusnya Papamu memarahiku?" Jordan tersenyum lembut dan bertanya menggoda gadis muda yang sedang cemas menunggunya itu. "Tidak! Tidak ada yang boleh memarahimu apalagi menghukummu, meskipun itu Papaku!" sahut Lagertha tegas dengan wajah serius memandang Jordan. "Bagaimana keadaan Mamamu?" Jordan sebenarnya cukup kuatir pada Priskila yang sempat melihatnya menghabisi para ninja. Meskipun ketika berada di dalam mobil, Mamanya Lagertha tersebut terlihat tersenyum lega memandang Jordan, tetapi dia sedang hamil muda. "Mama baik-baik aja. Tapi aku yang masih belum baik-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD