"Jadi sekarang apa yang akan kamu lakuin? Kembali sama mas Anta kamu itu?" "REI!" Keira menatap tajam Reihan, begitu pula sebaliknya. Mereka berdua tersulut emosi masing-masing. "Aku gak tau kalau ternyata sifat kamu kaya gini" Keira segera membuka pintu mobil dan meninggalkan Reihan dengan emosi yang masih ada. Reihan memukul stir mobilnya dengan kuat. Dia melampiaskan emosinya dengan memukul stir mobilnya. "s**t!!" --- Keira menatap mobil yang masih berada di perkarangan rumahnya memalui jendela kaca kamarnya. Dia terus menatap mobil tersebut hingga tidak beberapa lama kemudian, mobil tersebut berlalu dan pergi meninggalkan perkarangan rumahnya. Keira menutup gorden jendelanya dan terdiam mengingat kembali pertemuannya dengan Anta. Dia selalu percaya jika dia akan kemba

