Sebuah Asa

1027 Words

Hari yang baru seharusnya menjadi awal yang bari bagi kehidupan makhluk yang memiliki kesempatan menyambutnya di pagi hari. Namun tidak bagi Alexi. Fakta demi fakta yang ia dapatkan tidak membiarkan nya melanjutkan hidup dengan tenang. Kesetiaan Sari, juga fakta kalau ia memiliki adik begitu memukul sampai ia tidak tahu harus berbuat apa. Yah hanya termenung yang bisa ia lakukan. Menanti sebuah pertanda untuk sebuah pengampunan. Untuk meringankan sedikit sesak yang tidak pernah hilang dan menghimpit nafasnya. "Sari," lirih Alexi. Minuman kini tidak lagi menarik. Godaan untuk melupakan masalahnya tidak mampu ia ambil. Alexi menganggap tidak memiliki hak melupakan masalah, di saat Sari dengan berani menanggung kesakitannya sendirian. Rasa sakit yang ia berikan pada Sari. Ia pun teringa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD