“Maaf aku telat menjemputmu,” Raja berkata setelah menatap Lyara yang membiarkan tangannya berada dalam genggamannya. Lyara menunduk. Ia memejamkan mata. Membangun kembali tembok yang sudah ia bangun dalam seminggu ini. Tembok yang akan menghalaunya dari dirinya sendiri. tembok yang ia pakai untuk membuat dirinya tetap pada pendiriannya. Yang roboh dengan mudahnya saat melihat Raja. “Bagaimana Pak Raja tahu saya ada di sini?” Hening sebentar. Lalu suara Raja kembali terdengar, “Karena aku mencarimu kemana-mana. Aku akan terus mencari sampai ke ujung dunia jika itu diperlukan,” jawabnya pelan. Lyara mendengkus, “Jangan membual.” Tangan Lyara ditarik dan diletakkan di tengah-tengah dadanya, “Aku berdebar begini karena sudah berlari-lari mencarimu,” katanya lagi. Matanya membelalak, me

