Lyara tidak pernah memerhatikan wajah kliennya sampai seperti ini. Ia tidak pernah mempermasalahkan bagaimanapun bentukan kliennya. Yang dilakukannya hanya bekerja sesuai dengan naskah yang ada. Hanya mengikuti sesuai instruksi yang tertera di kontraknya. Hanya itu. Tapi entah kenapa, ia suka sekali melihat Raja. Apalagi saat ia dengan wajah seriusnya. Hampir seminggu bersama dengannya, Lyara tahu kalau Raja adalah orang yang sangat sibuk. Orang sibuk yang selalu menyempatkan diri bertemu dengannya di pagi atau sore hari. Dengannya yang bukan siapa-siapa. Ujung telunjuk kiri Lyara menyentuh dagu bersih tanpa janggut, lalu menyusuri garis rahangnya. Ia menarik telunjuknya saat mata Raja meliriknya sekilas, tapi kembali menyentuh pipi Raja dengan ujung telunjuknya lagi. “Diamlah, berpegan

