Persiapan pernikahan sudah diambil alih oleh Raja. Raja bilang Lyara tinggal datang saat fitting baju dan foto prewed. Raja bilang Lyara harus beristirahat. Badannya capek, terutama hatinya. Lebih-lebih hatinya. Raja tahu rasanya, jadi, ia tidak mau Lyara harus bersusah dengan persiapan segala hal. Dengan kepala yang masih penuh pertanyaan tentang apa yang dilakukannya sekarang. Lyara hanya mengangguk. Sekarang ia belum tahu akan hidup seperti apa. Baru saat ponselnya berbunyi dan menampilkan nama Kakek, ia bergerak. Membawa ponsel ke telinga kirinya. ‘Aku kangen cucu menantuku. Kamu mau kesini dan bertemu?’ Sudut bibir Lyara tertarik ke atas, ia mengangguk. “Sore nanti aku ke sana, Kakek.” ‘Aku akan menunggu.’ Suara kakek masih terdengar ceria seperti biasanya. Lyara menarik napas. m

